Pampam, begitu biasa aku memanggil adek semata wayangku, baru balik dari Aceh. Ia baru saja selesai meliput pemilu legislatif di Banda Aceh. Disana kami memang masih memiliki banyak sanak saudara. Walaupun demikian, banyak juga yang hilang tanpa kabar atau pun diketemukan wafat ketika bencana Tsunami 26 Desember 2004 lalu melanda. Jadi kebawa sedih deh suasananya. Semoga arwah saudara-saudaraku yang menjadi korban saat itu di terima amal ibadahnya oleh Allah SWT. Amin.
Kembali ke laptop...!! (halah.. kebawa-bawa Mr T mulu deh ah!)
Nah kalo timpan. Ada yang tau gak makanan ini? Oke deh.. karena yakin banyak yang belum mengenal timpan, aku kasih sedikit penjelasan yah. Sekalian promosi makanan daerah, tho'.
Kembali ke laptop...!! (halah.. kebawa-bawa Mr T mulu deh ah!)
Seperti biasa, setiap pampam pulang liputan luar kota, pastinya kita semua sibuk bongkar oleh-oleh. Nah kalo dari aceh, yang aku cari adalah dendeng dan timpan. Lain lagi dengan kakek. Kakek malah sudah jauh-jauh hari meminta Kak Santi sepupuku untuk menyiapkan tiram goreng. Gak tau kenapa kakek koq fanatik banget ama tiram goreng dari sana. Padahal kan sama aja kalo kita bikin sendiri disini.
Oh iya, soal dendeng... Banyak yang udah tau donk apa yang dimaksud dengan dendeng. Dendeng aceh udah terkenal sejak dulu. Rasanya memang agak berbeda dengan dendeng yang biasa ditemukan di pasar-pasar di Jawa.
Nah kalo timpan. Ada yang tau gak makanan ini? Oke deh.. karena yakin banyak yang belum mengenal timpan, aku kasih sedikit penjelasan yah. Sekalian promosi makanan daerah, tho'.
Kue timpan
Kue timpan merupakan salah satu dari makanan khas Aceh. Kudapan manis terbuat dari tepung ketan ini menjadi makanan kegemaran masyarakat Aceh pada hari-hari besar Islam seperti hari raya. Selain hari-hari besar, kue timpan juga sering ditemui pada jamuan pesta, arisan maupun jamuan penting lainnya yang diadakan dalam masyarakat Aceh. Rasanya yang lezat, menjadikan kue ini disukai semua kalangan baik muda maupun tua.
Kue timpan merupakan salah satu dari makanan khas Aceh. Kudapan manis terbuat dari tepung ketan ini menjadi makanan kegemaran masyarakat Aceh pada hari-hari besar Islam seperti hari raya. Selain hari-hari besar, kue timpan juga sering ditemui pada jamuan pesta, arisan maupun jamuan penting lainnya yang diadakan dalam masyarakat Aceh. Rasanya yang lezat, menjadikan kue ini disukai semua kalangan baik muda maupun tua.
Kue timpan ada yang isinya srikaya yang terbuat dari telur dan ada juga yang berisi kelapa. Kini, ada juga srikaya yang dimodifikasikan dengan campuran durian. Bahan yang digunakan untuk adonan kuenya adalah tepung ketan yang terkadang dicampur dengan pisang raja atau labu.
Adonan kue timpan dibungkus dengan daun pisang muda yang sudah diolesi minyak goreng. Tujuannya agar saat matang kue tidak lengket ketika dibuka bungkusnya. Kue yang sudah dibungkus daun pisang kemudian dikukus selama setengah jam. (sumber : http://www.acehpedia.org/Timpan)
Sekarang dah gak bingung kan? Supaya lebih tau, aku liatin foto kue timpan isi srikaya buatan Kak Santi yah.
Ini dia.....
Adonan kue timpan dibungkus dengan daun pisang muda yang sudah diolesi minyak goreng. Tujuannya agar saat matang kue tidak lengket ketika dibuka bungkusnya. Kue yang sudah dibungkus daun pisang kemudian dikukus selama setengah jam. (sumber : http://www.acehpedia.org/Timpan)
Sekarang dah gak bingung kan? Supaya lebih tau, aku liatin foto kue timpan isi srikaya buatan Kak Santi yah.
Ini dia.....
Segitu dulu ah ceritanya. Kalo ada yang tergoda untuk mencoba, bisa hubungin aku langsung. Tar bisa dipesenin ke kakakku di Aceh.



3 comments:
Hi, it's a very great blog.
I could tell how much efforts you've taken on it.
Keep doing!
hi olive, thx for visiting my blog, and thx for your support also. i've visited your blog. that's cool! come again, ok? ;)
Thanks so much for stopping by my blog and your kind words!
Take care.
Laura